6 Alasan Harus Solo Travelling Sekali Seumur Hidup

Dikutip dari  HELLOESCAPETRAVEL.BLOGSPOT.COM

Terkadang ada saja yang bertanya atau sekedar Direct Message ke Instagram saya, memangnya enak Solo travelling? Bukannya jadi kayak orang gila? Kok berani? Saya menjawab saja ‘sesekali kamu perlu coba’ sambil senyum-senyum. Kalau dibilang selalu melakukan perjalanan sendiri, ngak juga kok.. dimulai dari saat menjadi mahasiswa dimana uang jajan masih pas-pas an, waktu yang terbatas dan kesulitan mengajak teman untuk travelling bareng. Awalnya ada rasa khawatir, takut tersesat dan takut merasa sendiri, tapi setelah dicoba saya jadi doyan. Ada 5 alasan kita perlu mencoba solo travelling minimal sekali seumur hidup.

1. Melatih keberanian
Siapa sih yang tidak takut berada di tempat yang asing seorang diri? Pasti sebagian besar kita akan merasa takut. Tapi percayalah rasa takut itu hanya akan dirasakan di awal, dengan solo travelling kita dipaksa untuk melakukan semuanya sendiri, bertanya dengan warga lokal, membaur dengan orang asing, bahkan melatih kemampuan kita berbahasa asing, atau melatih insting kita, tidak jarang kita harus tersesat dan harus memecahkan masalah kita sendiri.

2. Well prepare
Melakukan perjalanan seorang diri juga memaksa kita untuk menyediakan segala sesuatu sendiri (jika tidak menggunakan jasa tour). Mulai dari merencakanan itinerary sendiri, packing, menyediakan obat-obatan pribadi, hingga memikirkan keselamatan sendiri. Melakukan perjalanan sendiri membantu kita untuk menjadi lebih mandiri dan dapat mengatur segala sesuatunya dengan rapi.

3. Bebas
Tidak seperti ketika melakukan perjalanan secara berkelompok, melakukan solo travelling membuat kita bebas memilih kemanapun dan kapanpun sesuai keinginan kita, makan apapun yang kita mau atau berlama-lama di tempat favorit kita. Tidak ada yg dapat membatasi berapa lama kita bersantai di tepi pantai, atau berlama-lama di kolam berenang atau hanya berleha-leha sambil menikmati secangkir kopi.

4. Lebih menghargai alam dan sesama
Melakukan perjalanan seorang diri ke tempat yang asing membuat kita harus bersosialisasi dengan masyarakat sekitar, tidak memandang suku, agama, maupun kebudayaan. Hal ini banyak saya pelajari, saya hanya perlu senyum yang tulus untuk mendapatkan penghargaan dari masyarakat sekitar. Melakukan solo travelling juga membuat kita lebih dekat dengan alam, sediakan benerapa menit untuk menghirup udara pagi sambil mensyukuri

5. Bertemu teman baru
Kalau ada yang bilang melakukan perjalanan seorang diri pasti akan terasa kesepian, tidak ada teman ngobrol. Maka yang dipikirkan adalah salah, solo travelling memaksa kita untuk bersosialisasi dengan orang lain selama perjalanan, apakah itu receptionis hotel, teman se bus, driver gojek, atau teman sekamar (jika menginap di dormitory atau hostel. Turis lain juga tidak akan sungkan menyapa jika kita solo traveler.tapi perlu diketahui tidak semua orang yang kita temui dalam perjalanan dapat dijadikan teman karna bisa saja orang yang menyapa kita unya niat yang tidak baik.

6. Menjadi lebih berani
Tidak perlu diragukan, melakukan perjalanan seorang diri dibutuhkan tekad yang kuat, percaya diri dan keberanian, tapi terkadang kita ragu apakah berani untuk melakukan hal itu, semua orang akan merasa takut pada awalnya, namun jika sudah dilakukan beberapa kali maka rasa takut itu akan berubah menjadi hal yang menyenangkan. Tapi kita juga perlu mempersiapkan beberapa hal agar tidak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan selama melakukan perjalanan seorang diri.

Travel tips dari saya jika kalian ingin solo travelling:

  • Gunakan pakaian yang sederhana, nyaman dan tidak mencolok, khususnya jika melakukan perjalanan ke daerah pedesaan, hal ini dimaksudkan agar kita lebih mudah diterima dengan masyarakat sekitar.
  • Minimalkan barang bawaan selama perjalanan, melakukan solo travelling artinya kita tidak dapat bergantung ke orang lain untuk membawakan barang-barang kita, karena itu sebaiknya pilih tas/koper yang dapat kita bawa tanpa bantuan orang lain.
  • Lengkapi isi tas kita dengan obat-obatan dan P3K, obat sederhana seperti obat sakit perut, sakit kepala, plester luka, sakit maag adalah contoh obat yang harus dimiliki.
  • Lakukan simple research terlebih dahulu sebelum pergi ke tempat tujuan agar kita dapat mengetahui barang apa yang dibawa, contohnya celana panjang dan pakaian tertutup jika tempat yang kita kunjungi adalah tempat sakral atau tempat ibadah yang mengharuskan kita untuk berpakaian yang sopan dan tertutup.
  • Buat itinerary yang padat dan jelas, ini merupakan salah satu cara agar solo traveler tidak merasa kesepian, jadwal yang padat, saya akan keluar dari hotel/tempat tinggal pada pukul 07.30, dan pulang jam 21.30 hingga 22.00 sehingga tidak ada waktu yang membuat kita ‘sendirian’.
  • Cobalah tidak hanya makan makanan cepat saji atau instan, makanan atau cemilan lokal membuat kita mendapatkan pengalaman baru yang dapat kita ceritakan kepada orang lain.
  • Yang terakhir adalah bersyukur, selama perjalanan kita tidak akan hanya pergi atau bertemu orang yang kita suka, terkadang ada hal-hal yang diluar dari ekspetasi kita, seperti rasa makanan yang kurang enak, hotel yang kita tinggali kurang nyaman atau tempat yang kita kunjungi terasa sangat panas atau dingin. tapi satu hal yang perlu kita tanamkan adalah rasa bersyukur, dengan bersyukur saya percaya perjalanan kita akan terasa sangat menyenangkan.

Copyright © 2022 Favour Bali. All Rights Reserved    |   Powered by PASTUTO

Follow our Sosmed :